Saduran dari tetengga

Sinopsis:
Santi gadis cantik, yang masih duduk di bangku SMU, telah di rengut keperawannya secara paksa. Santi takut kalau dirinya akan hamil, dia pun mendatangi Gina, teman sekolahnya yang memang menjajakan tubuhnya pada om om berkantong tebal. Santi pun jatuh kedalam dunia hitam pelacuran. Beragam tipe manusia, akan di hadapinya, dengan gaya permainan yang beragam pula ….
________________________________________
Kupu Kupu Malam 01
“bagaimana Di, udah depet, cobain cewek eloe “tanya Bram kakak Dodi, yang sedang nonton televisi di kamarnya. Dodi mengeleng “belom, dia engak mau, gua baru cium cium aja “jawab Dodi sambil mesem mesem. “bego loe, dapet cewek cantik gak di pake, emang eloe gak nafsu sama dia ? “. “nafsu sih, tapi dia nolak terus “jawab Dodi. “udeh, gini aja, eloe bawa diia kemari, kita kerjain aja “usul Bram.
“kerjain ?, kerjain gimana “tanya Dodi, menatap kakaknya dan melewati acara televisi itu. Bram menjelaskan secara rinci rencananya pada Dodi. “wah, gua coba deh besok, tapi gua gak janji loh, kalau dia nolak bagaimana ? “tanya Dodi. “usaha dong, usaha, eloe rayu dikit…” kata kakaknya. Dodi menganguk anguk saja, dan matanya kembali menonton tanyangan layar kaca.
>>>
Gadis cantik itu, berjalan cepat keluar dari gedung sekolahnya. Dia berhenti di depan jalan raya, kepalanya bergoyang ke kiri dan kekanan, mencari sesuatu. Dia menemukan sedan merah milik Dodi. Dia menghampirinya dan masuk ke mobil itu. “hai, Santi sayang.. “kata Dodi menyapa gadis itu. Santi tersenyum.
Mobil warna merah itu bergerak, membawa sepasang anak SMU di dalamnya. “Dodi, kenapa kamu mau ajak aku rumah kamu “tanya Santi. “kakakku si Bram, berulang tahun, tidak di pestain, jadi aku membawa kamu ke rumah, yah hitung hitung buat menghibur dia “jawab Dodi. Santi tersenyum “oh jadi si Bram ultah yah “ujarnya.
Yah, Santi memang kenal dengan Bram sebelumnya. Awal pertama mereka bertemu di sebuah mall. Saat itu Bram mencoba mengoda Santi. Dan berhasil berkenalan dengan Santi. Tapi karena Bram sudah kuliah, sedang Dodi masih SMU setingkat Santi, akhirnya Dodi yang lebih mendekati Santi. Bram memang terkenal rusak, dia buaya. Dia berusaha mendidik adiknya mengikuti jejaknya.
>>>
“hebat “ujar Bram dalam hati, ketika melihat Dodi berhasil membawa Santi masuk ke dalam rumahnya. Santi tersenyum melihat Bram “selamat ulang tahun yah “. “oh terima kasih, sorry loh, gak ada pesta, apa apa “jawab Bram.
Mereka akhirnya duduk di sofa ruang tamu rumah itu. Kemudian Bram memulai pembicaraan..dan mulai bertambah akrab dengan Santi.
Mereka berbicara tentang, sekolahnya, temannya, hobinya dan sebagainya. Bram memang ahli, dia tak pernah ke habisan kata kata. Tampaknya Bram yang banyak bicara dari pada Dodi. “Dodi, ambilkan minuman dong, masa tamu secantik Santi, di biarkan ke hausan sih “perintah Dodi, sambil memberi kode kedipan mata.
Tak lama Dodi, telah kembali dengan tiga gelas sirop. Dia meletakan di Meja. “ayo di munum San “ujar Dodi. “terima kasih “jawab Santi sambil meraih gelas yang berisi Sirop, yang telah di oplos dengan obat perangsang yang keras. Obat perangsang itu, tak berbau dan tak berasa, tapi efeknya sangat kuat.
“eh sebentar yah, San saya mau ke WC nih, sakit perut “kata Dodi. Lalu meninggalkan Santi dengan kakaknya. Dodi melakukan sesuai rencana Bram. Ini akan memberi kesempatan Bram untuk bisa lebih mudah merayu Santi. Apalagi dengan bantuan obat perangsang yang berefek kuat itu.
“San, kamu itu cantik sekali yah, rambut kamu sepertinya halus sekali “rayu Bram, yang membuat Santi tersipu. “ih, Bram, kamu bisa aja..” kata Santi malu malu.
“ih, benar koq, gak bohong, sumpah “kata Bram, sambil meminta Santi meminum sirop itu lagi. Dan lagi lagi Santi mengangkat gelas itu, meminum sirop itu, tanpa curiga.
Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi. Santi tampak gelisah. Dia duduk dengan tidak nyaman. Tapi Bram terus merayu dia, dengan cara memuji muji kecantikan dan ke indahan tubuhnya. “Santi, kata Dodi, kalian pernah berciuman yah “tanya Bram. “eh, iyah … “jawab Santi dengan malu malu.
“wah, si Bram beruntung yah, bisa mencium cewek secantik kamu “ujar Bram, yang makin membuat Santi terlena. “ah, Bram kamu bisa aja, eh kamu lebih baik yah dari si Dodi “kata Santi. Bram tersenyum “boleh gak, aku mencium kamu “kata Bram.
Santi, sepertinya terkejut, dia menatap Bram. “boleh gak sayang, itung itung hadiah ultah saya “kata Bram.
Dorongan obat perangsang itu begitu kuat, membuat syaraf syaraf di otak Santi tak bisa berpikir jernih. Libidonya meningkat, tak terkontrol. Santi mengangguk, sambil memejamkan matanya. Tanpa membuang waktu Bram mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya memasukan lidahnya ke dalam mulut Santi. Matanya terpejam., Bram terus memainkan lidahnya di dalam mulut Santi. mengelitik langit langitnya.
Detak jantung Santi meningkat, Bram tahu dia mulai terangsang. Bram mulai meraba dadanya, dia merintih.”jangan Bram” Santi berkata lirih. Bram menjilat lehernya,”sayang, kamu jangan munafik, aku yakin m-*-m-*-k mu sudah basah.”
Bram tersenyum, dia meledek Santi dengan sinis.”m-*-m-*-k mu basah kan, ayo jawab jangan muna ’”kata Bram sambil meraba raba dadanya
Muka Santi memerah, dia menatap Bram dengan lirih. Santi diam, tak berkata kata. Bram tersenyum, Santi sudah sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
Kembali Bram menciumi bibir Santi lagi. Santi pun membalasnya dengan penuh nafsu Dengan cepat Bram melepas kancing bajunya satu per satu. Santi sama sekali tak bisa menolak. Bajunya telah terbuka buka,dia memaki bra pink. Tangan Bram cekatan melepas bra pink itu. Kini matanya bebas menatap buah dada, ABG, SMU itu.
Buah dada yang sedang dalam masa pertumbuhan itu tak luput dari sentuhannya. Tubuh Santi gemetar, baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria. Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Bram. Santi mendesah
“ahh.. geli Bram … “erang Santi. “geli tapi enak yah “seloroh Bram.
Lidah Bram pun menjulur, menjilat putting susu Santi yang tampak menonjol keluar. Santi sudah sepenuhnya di kuasai birahi. Bram dengan rakus melumat, menyedot buah dada Santi. Membuat Santi semakin birahi. Suara erangan nikmat Santi terdengar, menambah gairah Bram.
Puas dengan buah dadanya Bram pun melepas rok abu abunya, pangkal pahanya masih terbalut celana dalam pink. Tangan Bram dengan lembut meraba raba paha putih mulus Santi, Santi tak lagi berkuasa atas tubuh nya.
Kedua kakinya di buka lebar Bram, Bram dapat jelas melihat bercak basah, cairan nikmat yang merembes dari vagina perawan Santi. “sayang, saya akan buat kamu terbang..” ujar Bram di telinga Santi, lalu menjilati daun telinga Santi, sehingga membuatnya terangsang geli.
Satu sentuhan dengan tekanan, tepat di selangkangan celana dalam pink milik Santi. Suara erangan birahi keluar dari mulut ABG itu. “ahh, Bram.. ahhh “. Lidah Bram terus aktif menyapu, putting susu Santi, buah dadanya tanpak mengeras karena
nafsu. Di sertai getaran getaran jari Bram di atas selangkangan celana dalamnya, membuat tubuh Santi bergejolak.
“ohh.. ahhh.. sudah Bram aku mau pipis..” erang Santi ketika jarinya bergerak cepat di selangkangan celana dalamnya. Bram tidak berhenti, jari itu bergetar semakin liar, Putting susunya juga di jilat cepat. Tubuh Santi mengejang, Santi menjerit histeris, pantat indahnya terangkat, mengejang lalu jatuh terduduk kembali.
Rasa nikmat yang baru pertama kali di rasakannya. Nafasnya masih memburu, di sertai degup jantungnya yang cepat. Bram pun menciumi bibir indah Santi “bagaimana sayang, kamu merasa nikmat..” tanyanya. Santi tak bisa menjawab pertanyaan itu, dia hanya diam pasrah.