Namanya Mr T,dia merupakan teman lama yang baru ketemu setelah sekian lama berpisah.Kami akhirnya
menjadi partner kerja.Selama dalam menjalani pekerjaan sebagai mediator,dia sering menceritakan persoalan rumah tangganya yang lagi kacau.Istrinya yang egois,tak pernah memberikan perhatian padanya.Asyik sendiri dengan kesibukan diluar rumah.Keadaan rumah tangganya benar-benar gersang.Tidak seperti dulu lagi disaat ekonomi mereka sedang baik.Dia bercerita tentang kebutuhan biologisnya yang tidak tersalurkan terhadap Istrinya.Sampai suatu saat ketika istirahat disebuah warung.
"Gar! Mau nggak aku kenalin ama temanku?"ucapnya padaku dengan senyum yang penuh arti.Aku terdiam sejenak sambil menatap bola matanya,mencoba mencari jawaban atas pertanyaanya."Teman apa teman?"ujarku berseloroh sambil meneguk kopi panas yang baru dihantar oleh pelayan."Terserah kamu mau bilang apa,tapi kamu harus kenalan dulu dong!"ujarnya setengah memaksa."Ok,aku tidak keberatan"jawabku mencoba untuk serius."Begitu dong!"ujarnya dengan semangat.Tetapi aku masih ragu dengan tatapannya yang penuh arti dan misterius.

Beberapa hari kemudian saat dalam perjalanan pulang Ia mulai membuka pembicaraan."Kita mampir dulu ke rumah teman,ya!"ajaknya sambil membetulkan duduknya di sepeda motor yang kukendarai."Iya."jawabku singkat sambil menyalip kendaraan yang ada di depanku."Belok kiri"perintahnya saat dipersimpangan jalan,tanpa banyak komentar aku langsung membelokkannya.
"Itu rumahnya"ujarnya sambil menunjukkan sebuah rumah berpagar hijau.Tanpa ragu-ragu aku memasuki pekarangan rumah itu.
Setelah mengetuk beberapa kali akhirnya pintu dibuka oleh seorang wanita.Aku menaksir usia wanita tersebut berusia sekitar 36 tahun."Oh silahkan masuk,Ibu sebentar lagi keluar sedang berganti pakaian"ujarnya sambil mempersilahkan kami untuk duduk.Lalu wanita itu berlalu dari hadapan kami,tapi mataku terus mengawasinya saat berjalan.Dari caranya berjalan menunjukkan bahwa ia adalah wanita yang mempunyai daya tarik seks.Bokongnya yang masih berisi cukup proporsional dengan pinggulnya yang bulat.Ditambah dengan punggungnya yang sedikit bungkuk udang,yang mengisyaratkan bahwa ia mempunyai nafsu yang cukup besar.
"He..!Sedang ngelamunin apa?"hardik temanku dengan menendang ujung sepatunya pada kakiku.
"A...h,nggak apa-apa"jawabku dengan cepat.
"Mikirin pekerjaan"ucapku mencoba menutupi kebohonganku.
"Disaat seperti ini tak usahlah memikirkan pekerjaan"balasnya padaku."Ntar,kepalamu jadi botak"sarannya padaku.
"Hey,asyik betul ngobrolnya.Boleh ikut nggak?"tanya seorang wanita yang tanpa kami sadari sudah berada di ruangan itu.Kelihatan Ia baru selesai mandi,rambutnya yang tersisisr rapi masih tampak basah.Wajah kelihatan begitu segar dengan bibir yang dipoles tipis dengan lipgloss sehingga menambah seksi penampilannya.Dengan pakaian baju berwarna biru muda tanpa lengan dipadu dengan rok hitam sebatas lutut tampak sore itu penampilannya cukup menggairahkan."Oh ya,kenalkan teman saya."ujar temanku tanpa menghiraukan ucapan wanita itu."Togar"ucapku sambil mengulurkan tanganku padanya."Mira"balasnya singkat dengan menyambut uluran tanganku.
"Wa..h minumnya belum di buatkan ya?"katanya pada kami berdua."Bi,tolong buatkan minumnya ya!"teriaknya dengan sedikit suara ditekan."Iya,Bu"jawabnya setelah sampai di ruang tamu,kemudian menghilang di balik tirai yang memisahkan ruang tamu dengan dapur.
Setelah beberapa saat kemudian pembantu itu datang dengan membawa nampan berisikan minuman."Silahkan diminum"ujar pembantu itu sambil tersenyum sambil melirik kepadaku.Tampaknya ia baru selesai mandi,tercium dari aroma sabun yang digunakannya.Dan pakaiannyapun telah berganti dengan daster tidur."Terima kasih"jawab kami hampir bersamaan.
Akhirnya kami ngobrol bertiga tentang seputar pekerjaan dan masalah keluarga.Sesekali kami tertawa,ternyata Mira pintar juga berseloroh.Sesekali dia mengatur posisi duduknya dengan menyilangkan kakinya.Sekilas tampak pangkal pahanya yang putih mulus,betisnya yang seperti padi bunting.
"Wa...h,kehabisan rokok nih"ujarku menyela pembicaraan.
"Warung rokok agak jauh dari sini"katanya kepadaku.
"Ngak apa-apa daripada mulut keasaman"jawabku sambil beragumentasi.
"Naik sepeda motor aja biar cepat"ujar Mr.T
"Ok,belinya ke kota biar jauh"kataku sambil berseloroh.
Dalam perjalanan aku mulai membayangkan tubuh Mira yang seksi.Dia tadi mulai memancing suasana dan Mr.T tampak mulai sedikit gerah.Melihat Mira yang mulai menyilangkan kakinya,aku yakin Mr.T lebih jelas melihat warna celana dalamnya.Karena mereka duduk saling berhadapan.Apa lagi saat Mira membuka kancing atasnya karena kegerahan,padahal cuaca saat itu sangat sejuk.Tampak jelas pada kami berdua belahan dadanya yang besar."Psss...t,Pss............t"bunyi suara dari ban sepeda motorku membuyarkan lamunanku.
"Huu.....uh,dasar sial"gerutuku.
Kulihat disekelilingku tak ada tempel ban,sementara keadaan daerah itu belum kukenal.Untung sudah sempat beli rokok.Akhirnya sepeda motor kudorong kearah rumah Mira yang sudah kelihatan.Saat aku memasuki teras rumah Mira,terdengar suara-suara aneh.Dengan berjingkat-jingkat aku melihat dari jendela apa yang sedang terjadi.
"Ooo...h"
"Hisap tru..s"
Kulihat Mr.T sedang menghisap payudara sebelah kanan Mira,sementara tangannya yang satu lagi tampak sedang memelintir puting payudara yang kiri.Sementara Mira bersandar di ujung sofa dengan kepala ditengadahkan.Mira tampak menikmati permainan Mr.T,yang mulai menyingkap roknya keatas.Tangan Mr.T mulai mengelus-elus paha Mira yang putih sementara mulutnya masih menempel di payudara seperti anak kecil yang masih menetek.
"Gigi...t Mas"
"Oh...ooh...ohh"
Ternyata tangan Mr.T telah masuk ke celana dalam Mira.Nampak jelas olehku celana dalam hitam berenda yang sedikit diturunkan dari pahanya.Nafas Mira tampak sudah saling memburu seperti orang yang kecapaian,itu menandakan Mira sudah naik napsu.Mira tampaknya tidak tinggal diam,Ia mulai membuka ikat pinggang celana Mr.T.
"Tutup dulu pintunya,nanti Togar pulang keburu terlihat"saran Mr.T pada Mira sambil berjalan kearah pintu.Waah gawat bisa terlihat nanti pikirku,aku sembunyi kesamping rumah."Buu...k"terdengar suara pintu di tutup.Kuperhatikan sekelilingku,pintu samping rumah rumah itu terbuka sedikit.Mungkin pembantu tadi lupa menutupnya sehingga pintu itu masih terbuka.Dengan berjalan pelan-pelan aku mendekati pintu itu dan membukanya dengan hati-hati.Ternyata aku masuk melalui dapur,saat itu aku melihat pembantu Mira memperhatikan sesuatu dari sebuah lobang.Kudekati pembantu itu dengan berjingkat-jingkat,aku tak mau kehadiranku mengganggunya.Setelah tepat dibelakangnya lobang itu ternyata sebesar piring yang dilapisi kaca berornamen bunga,yang kalau dari ruang tamu kelihatan seperti hiasan dinding.Dengan penasaran aku memperhatikan apa yang dilihat pembantu itu.Tampak olehku Mr.T sudah setengah telanjang sambil berdiri,celananya sudah berada dilantai.Dan Mira sudah berada diselangkangan Mr.T sambil berjongkok.Mulut Mira nampak mengulum kemaluan Mr.T dengan mesranya.Diludahinya kepala kemaluan Mr.T dengan liurnya,dijilat-jilatnya kembali hingga Mr.T meremas rambut Mira menahan kenikmatan.Tak hanya sampai di situ,Mira juga ikut menjilati buah pelirnya sambil tangan yang lain mengocok kemaluan itu.Dengan setengah memaksa Mr.T menarik tangan Mira dibopongnya tubuh itu berjalan ke tempat tidur kecil dekat lobang kami mengintip.Diletakkannya tubuh Mira dalam posisis terlentang sehingga tubuh mulus itu nampak lebih jelas dalam jarak yang dekat dari diriku.Tubuh putih mulus yang berkeringat akibat kelelahan itu mulai di jilati oleh Mr.T.
Mulai dari jari-jari kaki hingga naik ke betis,lidah Mr.T menjelajahinya sehingga tidak ada satu sentimeter pun yang lepas dari sapuan lidahnya.
"Ooo...hh"
"Geli...iii,..aaahh"
"Sabar Mira!Kamu malam ini akan saya habisi "
"Ooohh..teru..sska..n sayang"
"Nikmati saja sayang"ucap Mr.T sambil melebarkan ke dua kaki Mira.Nampak jelas dari posisiku berdiri memek Mira yang bengkak tanpa ditumbuhi bulu,tampaknya memek itu sering dicukur olehnya.Lalu jari-jari Mr.T membuka memek itu sehingga tampaklah bagian dalamnya.Klistorisnya yang merah basah dan berlendir.Lidah Mr.T mulai menjilati bagian bibir memeknya dan terkadang sambil menjulurkan lidah itu sekali-sekali dengan sedikit sentakan.
"Au..ghh"
"Ooohhhh"tubuh Mira tersentak-sentak bagai disengat listrik saat Mr.T menjulurkan lidahnya kedalam memek itu.Sementara tangan Mr.T sekali-kali meremas payudara itu dan menekan-nekan puting itu kebagian dalam sambil memutarnya dengan lembut.
"Oooh,maaf"
Rupanya pembantu di depan saya mulai tersadar,bukan hanya dia yang menyaksikan adegan itu."Ssss....tt,udah jangan ribut"ujarku menenangkannya.Tanpa sadar kedua tanganku sudah ada di bahunya saat mengintip,hal itu yang mengagetkannya.Aku kemudian pura-pura serius mengintip dan mendorongkan bahunya kearah lobang itu.Kami berdua kembali menyaksikan adegan itu dengan seriusnya,aku tahu pembantu itu juga sudah mulai terangsang.Tapi aku takut dia berteriak,dengan pura-pura sambil merapatkan tubuhku dengannya aku melihat kembali melalui lubang itu.
"Ak..u dahh nggak sabar lagiii..ii nih"
Dengan mengganjalkan bantal dibawah pantat Mira,Mr.T lalu mencoba menekan kepala kemaluannya kedalam memek itu.Berulangkali Mr.T mencoba tapi selalu menemui kegagalan.Memang ukuran Mr.T terbilang gede dengan diameter 6 cm.Dengan berwarna hitam kecoklatan sehingga tampak lebih menantang.
"Ampuu..unn"
"Pee..laa..ann"
"Iy..a,ini masih kepalanya"ucap Mr.T sambil menahan napas
"Tahaa..an duuu..lu"pinta Mira
"Auw...w"
"Nik...kmaat...nya"desah Mira saat Mr.T menggerakkan pinggangnya yang digoyangkan dengan kepala kemaluan yang masih di mulut memek Mira.Perlahan tapi pasti Mr.T menekan kembali kemaluannya lebih dalam lagi kedalam memek itu.
"Ooohh.."
"Nik...mmmatnya".Nampaknya memek Mira sudah penuh dengan batang kemaluan Mr.T ,Mira mulai menggoyang pinggulnya ke kiri dan kekanan.
"Oo...h yaa.."
"Teruu..ss"desah Mr.T yang mulai menikmati permainan Mira.
Kedua tangan Mira memutar-mutar ujung puting tetek Mr.T dan sekali-kali pantatnya diangkat.

Tanpa sadar kemaluanku yang sudah mengeras dari tadi sudah menempel di pantat pembantu yang tubuhnya masih ditutupi daster.Napas pembantu itu sudah tak terkendali saat menyaksikan Mr.T mengeluar masukkan kemaluannya ke dalam memek majikannya.Tubuh kami saling berdempetan menghadap ke lobang yang sama.Telinganya berdekatan dengan mulutku dan aku yakin dia pun sudah mengetahui keadaanku dari aturan napasku.Perlahan-lahan kemaluanku ikut bergoyang-goyang mengikuti irama pantat pembantu yang juga bergoyang.
Aku sudah tak tahan lagi dengan godaan pembantu yang terus menggoyangkan pantatnya.
Kulepaskan tanganku dari bahunya,kupeluk dia dengan lembut dari belakang.Kini tanganku sudah meremas payudaranya.
"Aaa..hhh"desisnya pelan.
Kudorongkan kemaluanku membalas goyangan pantatnya.Kucium tengkuknya dibarengi dengan dengus napasku.
"Au...w"
"Auu..wwww"jeritnya pelan berulang kali.
Kami berdua sudah tak menghiraukan adegan yang ada di depan kami.Pembantu itu tampak menikmati remasan tanganku di kedua payudaranya.Tak sabar lagi,kuangkat dasternya dari belakang dan kini tanganku sudah beralih meremas pantatnya.Kemudian dia berbalik lalu kami berdua sudah saling berhadapan.Dengan agresif dia lebih dahulu menciumku lalu terus menjalar ke leherku.Lalu menjilati dengan perlahan hingga bulu kudukku merinding bercampur dengan nikmat.Sementara kedua tangannya sibuk membuka resluiting celanaku,dirogohnya celana dalamku hingga menemukan kemaluanku yang sudah mengeras dari tadi.
"Wo...ow"
"Gede juga,sama dengan yang itu"ujarnya.Aku tahu maksudnya bahwa ukuranku sama dengan Mr.T.Tapi kalau mau jujur sebenarnya ukuran Mr.T lebih besar dari punyaku.Tidak hanya sampai disitu tapi dia terus mengocok punyaku berulangkali.Sementara lidahnya tak lepas dari leherku rasa geli itu sudah berubah menjadi nikmat yang luar biasa.Dia begitu mahir mempermainkan lidahnya di sekitar leherku.
"Bisa kalah duluan nih"pikirku dalam benak.Aku yakin dia ini type wanita yang ganas dan liar,biar bagaimanapun aku harus menaklukkannya.
Kuangkat dasternya tinggi-tinggi dan kulepaskan dari tubuhnya."Wa..h"ternyata kulitnya mulus sekali sama dengan majikannya.Walaupun usianya yang menjelang 40-an tapi masih singset dan sintal.Kulihat ke arah payudaranya yang tampak menyembul dari BH -nya dengan tak sabar segera kulepaskan.Kuremas dengan kedua tanganku dengan gerakan memutar mutar.
"Oo..hh"
"Ooooo....hhhh"desisnya menahan nikmatnya.Lalu kuhisap puting payudaranya itu secara bergantian sementara tanganku ikut meremas-remas.Dan dia tak mau ketinggalan batang kemaluanku yang sudah digenggamnya di kocok terus.Bibir kami kembali saling berpagut sudah tak perduli lagi dengan diri kami.Lidahnya menari-nari di dalam rongga mulutku dan sekali-kali menyentuh langit-langit mulutku.
Tanganku mulai bergerak kebawah dan merogoh celana dalamnya.Busyet!Ternyata sudah basah berlendir.Tak cukup sampai disitu jari-jari tanganku mencoba untuk menyentuh vaginanya dan mempermainkannya.
"Mas,ooo....hh"desisnya terus
"Lu..tuuutku lemaaa..ass"
Kutarik segera dirinya dan kusandarkan kedinding,celananya kupelorotkan kebawah.Lalu dia membuka seluruh pakaianku dan juga celanaku.Kini kami berdua sudah tidak ditutupi sehelai benangpun.Tubuh kami saling berpelukan,terasa lembut dan hangat saat kulitnya menyentuh tubuhku.Payudaranya yang kenyal itu terasa nikmat menyentuh dadaku berulangkali.
"Ke kamar yuk,Mas"ajaknya sambil menarik tanganku.Ku ikuti gerak langkah kakinya ke sebuah kamar.Sebuah ruangan 3x4 meter dengan sebuah tempat tidur yang bersih dan rapi.Ditariknya tubuhku ke atas tempat tidur itu.Kurenggangkan kedua kakinya lebar-lebar hingga tampak olehku sebuah gundukan kecil yang ditutupi rambut tipis.Saat hidungku mendekat tercium aroma yang wangi,aku yakin wanita ini cukup pintar merawat kemaluannya.
Kujilati sekitar kemaluannya dengan lidahku hingga napasnya tersengal-sengal.
"A..ahh,aa..hh..."
"Ohhh!Nikmatnya"
"Teruskaa...an,jangan berhenti"
Lidahku terus bermain hingga lubang kemaluannya,klistorisnya yang menyerupai kacang kusentuh-sentuhkan dengan ujung lidahku.Hingga tak sadar rambutku ditarik-tariknya.
"Aku nggaa..ak taa..haaannn"
"Ayo..la..ahh"
"Masuuu..kkan seee..gera"pintanya sambil menarik rambutku hingga tubuhku naik keatas.
"Tenang"jawabku mesra.
"Aku da...h nggak kuat lagi"
"Pengen disodok punyamu"ucapnya seraya melingkarkan kedua kakinya kepinggangku dan menariknya.Kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya,terasa berdenyut-denyut.
Digenggamnya kemaluanku dan dituntunnya memasuki vaginanya.Kudorongkan pantatku kedepan hingga kepala "bazooka"ku membelah memeknya.Lain dari yang lain memek pembantu ini hangat dan kesat sekali terasa di kepala kemaluanku.
"Pelan-pela...an"
"Biar terasaaa... nikmatnyaaa.."katanya terbata-bata.
"Iya...a dorong terusss..s"
"Taa..hannn"pintanya,telah setengah batang kemaluanku tertancap di vaginanya.
"Hee..batttt"pujiku,saat batang kemaluanku seperti ada yang menjepit seperti karet.
"Enaa..kk,Mas"tanya pembantu itu padaku.Saat bersamaan jepitan itu berulang-ulang terjadi pada kemaluanku.Hingga seperti ada yang mau mengalir deras dari dalam kemaluanku.
"Waah!Celaka bisa keluar duluan nih"ucapku dalam hati.
"Kamu diatas dong gantian"pintaku sambil mencabut kemaluanku agar ia mau berganti posisi.
"Nggak tahan ya,Mas"ujarnya sambil tersenyum manja.
"Ketahuan nih"pikirku sambil balik membalas senyumnya dengan cubitan di ujung putingnya.
"Banyak yang nggak tahan dengan memekku ini,Mas"
"Mendiang suamiku juga nggak tahan"ujarnya memberikan keterangan bahwasanya ia seorang janda.Sambil menaiki tubuhku ia berkata"Nanti aku berikan yang lebih dahsyat lagi."
Kini dia tepat berjongkok diatas kemaluanku yang masih tegak,perlahan digenggamnya lalu dituntunnya masuk keliang vaginanya.Belum lagi lebih setengah yang masuk dia kembali mengangkat pantatnya.
"Punyamu kok gede amat"
"Nggak muat nii..h"
Memang punyaku makin kepangkal makin besar berbeda dengan milik Mr.T yang mempunyai diameter kepala yang lebih besar dari batang.
"Nggak muat atau Nggak tahan"ujarku membalas ejekannya yang tadi.
Tapi dia nggak perduli dengan itu,dicobanya kembali memasukkannya pelan-pelan hingga semua.
"Ooohh,O..oooh"
"Ueeenn..aaks"ujarnya sambil memasukkan kemaluanku berulangkali walaupun belum sepenuhnya masuk.
Kedua bahuku dijadikannya tumpuan agar dia dapat mengatur turun naik pantatnya.Keringat mulai membasahi tubuh kami berdua.Rambutnya di kibas-kibaskan menandakan dia merasakan nikmat yang luar biasa.Tetesan keringatnya berjatuhan diatas tubuhku,tiba-tiba kuangkat pantatku tinggi-tinggi hingga seluruh kemaluanku masuk kedalam liang vaginanya.
"Auuughh..hh"
"Nikmaa...tnya"
Akupun merasa jepitan yang luar biasa di batang kemaluanku sampai kenikmatan itu terasa sampai ke ubun-ubunku.Dengan batang yang sudah terbenam seluruhnya kugoyang-goyangkan pantatku kekiri dan kekanan secara perlahan-lahan seperti penari hula-hula.
"Jangaa...nn"
"Aku nggaa..k ta....haa...nn"
Dengan cepat dia turun dari tubuhku dengan napas yang tidak beraturan.Nampaknya ia berusaha menahan sesuatu yang dahsyat dari dalam tubuhnya.
"Aku masiihh pengen lebih lamaaa.."
"Kalau boleh kita bersamaan keluarnya"
"Aku juga begitu"jawabku dengan cepat.
Dengan posisi telentang dia kembali menarik tanganku.Aku tahu dia menginginkan aku dari atas.
"Aku tadi berjanji mau memberikan yang dahsyat"ucapnya sambil menarik kemaluanku dan menciuminya seolah-olah dia berkata pada kemaluanku.
Direnggangkannya kedua kakinya dan digoyang-goyangkan pantatnya perlahan-lahan dengan penuh irama.Tak sabar aku lalu memasukkan kemaluanku kedalam memeknya.
"Ouuwww.."
"Enakksss"
"Ohhh....Nikmatnyaaaa"
Jepitan memeknya semakin ketat saat semua batang kemaluanku tertancap dan seperti ada yang menyedot-nyedot kemaluanku.Saat batang kemaluanku keluar masuk terasa ada butiran-butiran halus di kepala kemaluanku.Selang beberapa saat kedutan-kedutan dibatang kemaluanku semakin cepat.Dan sedotan-sedotan itu makin terasa membuat aliran darah di kemaluanku semakin cepat."Oohh,Ooo..hh""Enaaaknya..."Ternyata ini yang dia maksud dengan dahsyat.Ternyata diapun sudah semakin liar,pelukannya makin erat.Bola matanya sudah mendelik seperti kesetanan."Ohh...,Ohh...""Ayo...o cepaaatt,Mas"pintanya terus sambil mengoyang-goyangkan pantatnya.Sementara kemaluanku berdenyut makin cepat dan semakin keras.Ada sesuatu dari dalam batang kemaluanku cairan yang ingi berontak mau keluar tetapi rasanya semakin nikmat.Makin kutahan makin nikmat saja rasanya.
"Maaasss,aku daa..hh"
"Nggaa.kk ku..at lagiiii"katanya terbata-bata
"Ayoo...bareeengaann"ujarnya sementara tangannya makin kuat memeluk tubuhku.Sementara aku mencoba bertahan semampuku.

"Togar""Duukk,duukk"
"Togaa..rr""Kamu Nggak kuliah""Duukk,dukk"Terdengar pintu kamarku seperti ada yang menendangnya.Aku terbangun kuperhatikan ruangan kamarku tak ada seorangpun.Sial!Ternyata aku mimpi semalam dan kemaluanku masih berdiri tegak.
"Hey!Togar banguunn""Duk..duuukk"terdengar jelas suara Tony memanggilku.
"Iyaaa"
"Dah bangun ini"jawabku sekenanya.
Kuambil peralatan mandiku dan handuk sambil berjalan menuju kamar mandi."Mau mandi Bang?"tanya Hendra yang berpapasan denganku saat keluar dari kamar mandi.Dia anak kost yang baru pindah 2 hari yang lalu."He,eeh"jawabku dengan malas.Saat aku melangkah di kamar mandi hampir saja terpeleset ,aku masih setengah mengantuk.
Kuguyur badanku dengan air lalu kugosok-gosok tubuhku dengan sabun hingga kemaluanku.Kemaluanku masih tegak berdiri makin kugosok makin nikmat."Onani"pikirku dalam hati."Ahh dosa"kembali batinku memperingatkan.Segera aku selesaikan mandiku,kuambil handukku yang berada digantungan untuk mengeringkan badan.Tiba-tiba sebuah lipatan kertas terjatuh dari jepitan gantungan.Dengan sedikit membungkuk kupungut kertas itu,sedikit penasaran kubuka lipatan kertas itu."Wahh"mataku melotot melihat isi kertas itu.Ternyata sebuah gambar wanita telanjang yang sedang memamerkan kemaluannya.Kemaluanku kembali mengeras,lama kupandangi gambar tersebut sambil mengelus-elus kemaluanku.Makin lama elusan itu berubah menjadi kocokan yang teratur.Makin lama makin cepat hingga terasa makin nikmat saja.Dan terasa sperti ada yang menjalar cairan dari batang kemaluanku."Hey!Siapa yang di kamar mandi.""Gantian dong,udah kebelet nih"ujar suara dari luar sana."Kedengarannya kamu dari tadi udah selesai mandi."
"Ngapain sih didalam"ucapnya dengan suara meninggi seperti menahan sesuatu.Bergegas aku keluar setelah melilitkan handuk dipinggangku.

Sambil sarapan aku berpikir ternyata aku tadi nyaris terpeleset karena ada yang onani dikamar mandi.Berarti kertas bergambar tadi ketinggalan sama yang punya mungkin dia terburu-buru.Mungkin si Hendra anak pindahan itu karena dia tadi berpasan denganku tadi pagi saat mau mandi.

Saat berada di kantin kampus aku memesan segelas kopi dan memilih duduk dipojok.Aku memilih ke kantin daripada masuk kuliah.Suasana hatiku tak nyaman mengingat mimpi dan kejadian tadi pagi."Heii,Gar!Kenapa nggak masuk"tegur seseorang dari samping.Ternyata si Noni temanku satu jurusan."Kamu juga"tanyaku dengan sekenanya.
"Aku lagi bete."
"Traktir aku dong"rengeknya dengan manja.
"Pesan aja"jawabku sambil mengeser tempat duduk disampingku.
Sambil mengobrol santai kami menikmati minuman yang dipesan,memang suasana kantin pada saat itu rada sepi.Lama-kelamaan obrolan kami makin akrab,sesekali dia mencubit lenganku."Kamu sudah buat laporan praktikum?"ujarnya sambil mengeluarkan sebuah buku."Belum"jawabku sambil melihat isi bukunya."Yang ini"katanya sambil membuka halaman buku yang ditanganku.Tanpa disadarinya sikut tanganku menyentuh payudara yang besar itu.Sambil menerangkan beberapakali kulit tangan kami saling bersentuhan.Kemaluanku mulai mengeras apalagi kalau sikutku mengenai payudaranya.Sesekali tangannya menempel di pahaku tapi aku tak mau gegabah dalam hal ini.Mungkin karena reaksiku yang lambat dia tampaknya mulai agresif.Tidak hanya menempelkan tangan saja tampaknya dia sudah berani mengelus pahaku sekali-sekali.Dan akupun mulai berani lebih sering menyentuh payudaranya dengan sikutku.Dia kelihatan hanya tersenyum padaku setiap kali payudaranya kusentuh."Isi celanamu mau keluar tuh"ujarnya sambil melirik kebawah karena kemaluanku sudah terganjal celana."Mau"tanyaku sekenanya berharap